Sabtu, 26 Mei 2012

Keajaiban Puasa Bulan Rajab, Zulqa'dah, dan Zulhijjah

Bulan-bulan mulia ini, yaitu Rajab, Zulqa'dah, dan Zulhijjah memiliki keistimewaan masing-masing yang luar biasa. Nilai pada bulan-bulan mulia itu menandingi jihad fi sabilillah.

Untuk bulan Zulhijjah, Rasulullah SAW. bersabda : "Tidak ada hari-hari yang mengerjakan amalan saleh pada hari-hari itu yang lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini," yakni hari-hari sepuluh yang pertama dari Zulhijjah.Adapun bulan Rajab, Rasulullah SAW. pernah menyatakan, "Bulan Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku."

Jika kita tarik benang merah dari ungkapan-ungkapan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada bulan-bulan mulia ini kita dituntut dan selayaknya energi kita dikonsentrasikan untuk menunjukkan kecintaan kita pada-Nya. Lalu bagaimana caranya menunjukkan cinta kita pada Allah Swt.?

Suatu saat Allah Swt. pernah bertanya pada Musa a.s: "Wahai Musa, mana ibadahmu untukku?" Tentu saja Musa terperanjat. Lalu ia memaparkan bahwa shalat, zikir, ibadah sejenis itu semuanyaia persembahkan untuk Allah. "Tidak Musa, itu bukan untukku. Itu untuk dirimu sendiri," tegas Allah. Maka Musa a.s. mengakui kelemahan dirinya dan mohon penjelasan tentang ibadah yang dipersembahkan untuk Tuhannya itu. Allah menegaskan, "Berkhidmatlah pada hambaku."

Ternyata ibadah yang dipersembahkan khusus untuk Allah bukanlah shalat, membaca Kitab Suci, berzikir, dan sejenisnya. Namun yang dipersembahkan untuk Allah justru perkhidmatan kita pada sesama manusia. Dengan membantu, menyayangi, memberi solusi, dan memasukan rasa senang pada hati saudara kita sesama manusia, maka itulah amal perbuatan yang kita haturkan khusus untuk Allah Swt. ini tentu ada korelasinya dengan ibadah puasa, sebab puasa merupakan media pemantik rasa solidaritas kemanusiaan untuk dapat merasakan bagaimana penderitaan orang lain yang tak seberuntung kita. Sehingga dengan begitu kita bisa lebih respek untuk senantiasa membantu sesama dan menyebarkan kebaikan sebanyak mungkin pada sebanyak mungkin manusia. "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya untuk sesamanya," demikian sabda Rasulullah SAW.

Maka, dari puasa sunnah yang kita jalankan pada bulan-bulan mulia ini, pun juga bulan-bulan lain, selayak menjadi momentum tepat untuk lebih menebar kebaikan kita bagi tetangga, saudara dan sesama manusia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar